Menuju laut bersama Astu

Pulau Harapan, Kepulauan Seribu
Ini kedua kalinya gue dan Bhaga liburan bersama Astu, yang biasanya weekend cuma di rumah doang atau jalan-jalan playground entah di mall mana.
Nah, minggu ini gue, Bhaga dan Astu vekesyen ke Pulau Harapan barengan sama Vekesyen Tours!

Trip dua hari satu malam, diawali dengan berangkat dari Pelabuhan Marina. Naik speedboat ke Pulau Harapan memakan waktu kurang lebih 1 setengah jam, nggak tahu jam persisnya karena ombak pagi itu lumayan gede, jadi gue konsentrasi biar nggak mual dan muntah. Astu rewel nggak? Alhamdulillah, waktu berangkat dia sempat tidur. Meskipun bangun di tengah perjalanan karena kapalnya kebanting-banting, Astu diem aja. Entah diemnya karena masih ngantuk atau mabuk laut.

Gue udah deg-degan banget tuh Astu bakalan muntah di jalan atau gimana, eh ternyata dia nggak muntah di kapal tapi muntahnya pas udah sampe dermaga. Yha, nga papa. *insert Ami elus-elus dada here*

Namanya juga jalan-jalan sama anak umur 2 tahun, bersiap untuk situasi semacam muntah dan sudah sedia baju ganti, minyak kayu putih atau telon di tempat yang terjangkau itu sudah jadi keharusan, kalau mau aman sih memang minum Antimo untuk Anak. Tapi selama masih bisa ditolerir, gue membiarkan Astu merasakan sensasi diombang-ambing kapal. Ehe.

TARIK MANG.
Entah ini pertanda semesta gue nggak boleh sering-sering ngecek handphone dan disuruh liburan dengan tenang atau gimana, tapi ketika sampai penginapan sinyal gue tuh blas nggak dapet. Cuma di seputaran Edge dan No Service, tapi nggak apa-apa. Emang beneran gue disuruh liburan kayaknya, enak juga detox handphone hampir seharian dan cuma dapat sinyal di laut.

Sampai di Pulau Harapan jam 10, kita langsung ke penginapan dan leyeh-leyeh sebentar untuk langsung siap-siap ke spot pertama: SNORKELING!

Tadinya gue galau antara mau ngajak Astu ikut nyebur juga ke laut, atau lihatin dari kapal. Cuma karena dari penginapan dia udah excited banget untuk berenang, jadilah gue bawa-bawa ban kuning dengan dudukan milik sejuta umat buat Astu. Pas sampai sana dan Astu mau diceburin, ternyata bannya nggak terlalu stabil. Takut Astu biyayakan terus malah njelungup ke laut atau bannya kebawa arus kan nggak lucu.

Jadilah satu kapal sibuk cari tali buat ngiket bannya Astu sebelum turun ke laut. Sibuknya macak anak sultan mau berenang. Udah diiket di kapal, dicariin lagi sama nahkodanya karang terdekat untuk iket talinya di sana biar Astu nggak kebawa arus, heboh bener demi ndoro ‘nggung ikutan berenang di laut.

Ndoro nggung ikutan snorkeling

Karena nggak bisa ikutan nyelem, jadilah Astu lihat rumahnya ikan di bawah sana dengan kacamata snorkel gue yang diapungin di permukaan laut. Wajahnya saat itu? priceless. I can see that he loves sea as much as I do, and he will be one of those people to protect ocean from harm.

Bukan snorkeling dan main di laut namanya kalau minimal kaki nggak kebeset karang. Gue bukan kebeset lagi tapi ngedengkulin karang. Gara-gara berenang ke Astu nggak pelan-pelan, dengkul gue sukses nubruk karang di bawah Astu ngapung. Ada-ada aja deh! Mana sebelumnya pas di penginapan kaki gue nginjek batang rokok masih hidup sampai gepeng, nyes banget rasanya di telapak kaki. Hhhh.

Lika just being Lika, ceroboh sekali. Jangan ditiru ya, gaes.

Gate to heaven.
Dalam rangkaian tour, ada dua spot untuk snorkeling. Jadi kalau kalian tertarik untuk ikut ambil tour kayak gue gini, jangan habiskan tenaga untuk snorkeling di spot pertama ya! Sayang tenaga nanti nggak bisa ikutan snorkeling di spot kedua.

Begitu naik kapal setelah snorkeling di spot pertama itu, Astu langsung kriyep-kriyep dan ketiduran! Blas. Sudah pasti sih dia kecapekan karena bangun subuh sebelum berangkat dan belum sempat tidur siang. Tapi gue bersyukur banget Astu anaknya sangat kooperatif, nggak rewel yang gimana banget selama perjalanan. Tantrumnya masih reasonable dan bisa ditolerir lah. Saking capeknya, dia gue tidurin di atas deck kapal dan nggak kebangun! Bukan main.

Kriyep-kriyep
Di dermaga lihat rumahnya ikan

Tiba di Pulau Perak, Astu yang habis ngecharge tenaga sebentar langsung narik-narik ke pantai untuk berenang. Gue sih melipir dulu cari Bakwan bumbu kacang yang enaknya ampun-ampunan. Ini Bakwan wajib banget lo cobain deh kalau lo jalan-jalan ke Pulau Perak, bayangin makan Bakwan hangat waktu perut lagi kosong, tenaga terkuras di pinggir pantai. Bakwannya disiram sama kuah kacang pedas yang gurih manisnya pas sambil minum Es Kelapa. Surga kecil itu ada dan nyata, gaes.

20170408_155039
Bakwan legend Pulau Perak! Lo harus cobain ini.
Kenyang makan Bakwan, barulah gue nyamperin Astu yang lagi main sama bapaknya di pantai. Iya, gue emang lebih mentingin makanan daripada anak sama suami. *terdengar hujatan di kejauhan*

Di pantai, gue dan Bhaga cuma jagain aja, membiarkan dia main sendiri sekalian balas dendam karena dia nggak bisa bebas main di tengah laut tadi. I can see how happy he is to play with sands, sea and he didn’t complain about the hot striking sun kissing his body. Not once. 

Yang paling epic saat berkunjung ke Pulau Perak ini, Astu pup!
Yeah, what’s so epic about your son having a dump, Lika? Sure it’s epic, because…
DIA NGGAK PAKE DIAPERS. Hahaha. Mati nggak lo~

Gue langsung panik waktu ngelihat muka dia lagi ngeden dengan khusyuknya, Bhaga langsung ngibrit gendong Astu ke toilet. Udah kayak operasi genting, gue nunggu toilet yang antri sambil ajak Astu ngobrol, takut dia rewel. Waktu jalan ke toilet, gue berharap ada sabun dan air yang melimpah lah minimal.

Eh, begitu lihat toiletnya cuma kotak bambu.. dan tentunya nggak ada sabun, gue nyuruh Bhaga lari ke warung dan adanya cuma shampoo, jadi ya sudah pasrah aja deh gue yang penting cawik dulu anaknya. Untung banget ya rabb, ya gusti, bersyukur banget anaknya mau dan nurut dibilas pakai shampoo, nggak rewel sama sekali malah ketawa-ketawa!

Maaf ya nak, cerita kamu pup di pantai ini akan jadi jejak digital yang nggak akan hilang. It might amuse your future office to read about it, if they found this blog tho. Ehe.

Cari-cari kerang
Anak kota seneng banget nih ketemu laut
Keputusan mengajak Astu liburan kali ini adalah tepat, gue ingin dia mengingat hari ini sebagai salah satu hari yang bikin dia selalu tersenyum. Gue ingin dia merasakan dan tahu, sesibuk apa pun Ami dan Aga-nya bekerja, itu bukan karena senang menghabiskan waktu tidak bersamanya. Ami dan Aga-nya menahan rindu kepadanya dan menjadikannya bahan bakar untuk semangat yang tak habis untuk kelak kehidupannya akan lebih mudah dan berbahagia.

Maybe one day you’ll read this, Nitisamasta. I want you to know, everytime me and your father going to work and you’ll said,“Ami di sini aja, jangan kerja.” there’s a huge hole inside my chest and how I want to scream ‘yes’ and stay with you all the time. But that’s not how it works for now, my little one. But it will pass eventually. I’m sorry for the times I’m not there with you, and I can’t watch every single seconds you grow, because everytime I see you… You grow bigger and bigger and I can’t even keep up. But I do hope you know all the reasons behind it, and never doubt even a second my love for you.

I have three tattoos, one is a tiger on my back, Jiji the cat from Kiki’s Delivery Service, and the very first one is on my belly; I earn it when Astu and I still share the same universe and breath to breathe. Guess which one is my favorite? 🙂

My tummy might not as flat as it used to be, my belly might far from perfect but I love my body, I love that once there was this amazing little boy growing inside my womb.

My very first tattoo and the maker
Bikin benteng sama-sama, tapi ditinggal kabur sama Astu abis ini. Akhirnya jadi gue sama Bhaga yang main. Hahaha.

Sebenarnya dalam tour ini ada acara bakar-bakaran mulai dari Ikan sampai Cumi-Cumi, cuma berhubung gue sampai penginapan langsung tepar sama Astu dan bangun keesokan paginya, gue harus mengikhlaskan makanan enak itu terlewat begitu saja. Hik.

Tidur jam 8 malam, bangun jam 7 pagi keesokan paginya. Gue dan Astu beneran tidur balas dendam abis dan siap untuk ke dua pulau terakhir sebelum pulang ke Jakarta Selatan, iya dong~ Kan Kepulauan Seribu masih bagian dari Jakarta Utara, jadi kalau gue bilang keluar kota jadi nggak valid meskipun rasanya waktu di pulau tuh kayak bukan di Jakarta.

Pulau Bira Kecil
they say, blue is the warmest colour
Mampir sebentar di Pulau Bira Kecil, keinginan sederhana gue untuk menikmati laut sambil dengerin lagu Mondo Gascaro – Butiran Angin tercapai sudah. Tapi gue sedih karena ada sampah yang mengapung cukup banyak di sisi dekat dermaga. Gimana caranya ya biar sampah nggak menodai lautan? 

Mungkin gue belum bisa ikut bantu membawa perubahan besar, tapi setidaknya jika gue, elo dan kita semua mau meluangkan waktu sejenak untuk membuang sampah pada tempatnya, kita bisa bantuin mereka mengolah sampah dengan sesuai.

Maaf ya laut.

And when I realize, you’ve grown this big. I love you, little one.
The laugh that I would die for

Main di Pulau Bulat, ini adalah Pulau terakhir yang menutup rangkaian tour sebelum kembali ke penginapan dan balik ke rutinitas. Aaaak~

Astu sudah makin berani nyelemin muka sendiri, gegulingan di air dan nggak panik saat kegulung ombak kecil. Mau masukin foto Astu sama Bhaga, tapi Bhaga nggak mau kalau perutnya belum rata. YHA GIMANA~

Yang bikin gue agak sedih adalah ketika gue mengajak Astu pulang, dia merengek nggak rela dan bilang,”Nggak mau Ami. Di sini aja, di laut aja.”

Akhirnya gue bisikin kalau lautnya capek, mau tidur dulu, kapan-kapan ke sini lagi. Akhirnya Astu bilang,”Dadah laut. Terima kasih ya sudah temani Ara main.” dengan nada tidak rela dan kata-katanya yang masih belum sempurna.

sea flows in me
Dadah laut, terima kasih untuk pertemuan yang cukup singkat tapi mengembalikan kewarasan. Terima kasih sudah membuat Astu jatuh cinta, dan tempat bermain yang menyenangkan. Kelak Astu dewasa mungkin ia akan menemuimu lebih sering lagi, and I’ll teach him well to be good to you and the entire nature.

See you another time, sea.

Advertisements

2 thoughts on “Menuju laut bersama Astu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s